"Apa yang terlihat seperti peluru dapat mengelabuhimu!"8
—Herman Melville
Bagian 1
Istrimu dulu selalu mengatakan bahwa kau akan terlambat
mendatangai pemakamanmu sendiri. Apa kau ingat itu? Candaan kecilnya karena kau
sangat pemalas -- selalu datang terlambat, selalu melupakan apapun, bahkan
sebelum kejadian itu.
Sekarang kau mungkin bertanya-tanya apakah kau sudah terlambat
datang ke pemakaman istrimu.
Kau datang ke sana, tenang saja. Itulah gunanya foto itu –
foto yang ditempel ke dinding di dekat pintu. Mengambil foto saat pemakaman
bukanlah hal yang biasa dilakukan, tapi seseorang, doktermu, kurasa, tahu kalau
kau tidak akan dapat mengingatnya. Foto-foto tersebut ditempel dan melekat
dengan baik di sana, di samping pintu, sehingga kau tidak mungkin melewatkannya
setiap saat kau bangun dan dapat menemukan istrimu di sana.
Lelaki di foto yang sedang memegang bunga? Itu kau. Dan apa
yang sedang kau lakukan? Kau sedang membaca ukiran di batu nisan, mencoba
mencari tahu di pemakaman siapa kau sekarang, dan sebagaimana halnya kau sedang
membacanya sekarang, mencoba mencari tahu kenapa seseorang menempelkan foto itu
di samping pintumu. Tapi kenapa susah payah membaca sesuatu yang tidak akan kau
ingat?